Mahasiswa Tuban Soroti Tambang Ilegal hingga Konflik Industri dalam Dialog dengan Kapolresta
TUBAN, detikplus62.my.id - Dugaan pertambangan ilegal, balap liar, perundungan, dan pelecehan seksual menjadi sorotan mahasiswa dalam dialog bersama Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan di Kangen Kopi, Jalan Pasar Ikan, Kecamatan Tuban, Senin (19/10/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung pukul 19.00–21.30 WIB itu dihadiri perwakilan PMII, HMI, GMNI, IMM, serta BEM Universitas Sunan Bonang, ITB, dan Unirow. Mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan sosial dan keamanan, termasuk potensi konflik masyarakat dengan perusahaan di tengah perkembangan industri Kabupaten Tuban.
Ketua DPC GMNI Tuban Ain Nur Rochman meminta kepolisian menindaklanjuti dugaan aktivitas pertambangan ilegal sesuai ketentuan hukum. Ia juga mendorong perhatian lebih terhadap penanganan perundungan dan pelecehan seksual, terutama di kalangan remaja.

Perwakilan BEM Universitas Sunan Bonang, Faris, menyoroti dugaan balap liar pada malam hari di kawasan Tasikmadu, Kecamatan Palang. Menurutnya, kehadiran kepolisian perlu dirasakan melalui tindakan yang menjawab keluhan masyarakat.
“Harapan kami, jargon ‘Polisi Bersama Masyarakat’ bukan hanya sekadar slogan, tetapi benar-benar dimaknai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PC PMII Tuban, Ubed, mengingatkan potensi konflik antara warga dan perusahaan seiring pertumbuhan kawasan industri serta pembangunan infrastruktur. Mahasiswa berharap kepolisian mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan penegakan hukum yang adil dalam menangani persoalan tersebut.

Ketua PC HMI Tuban Agus Siswanto mengapresiasi forum itu sebagai kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung. Ia berharap dialog dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menanggapi masukan mahasiswa, Jazuli menyatakan komunikasi terbuka diperlukan untuk membangun kepercayaan dan mencari penyelesaian berbagai persoalan.
“Forum dialog ini menjadi ruang untuk bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, serta memperkuat sinergi antara Polri dan mahasiswa,” katanya.

Terkait persoalan yang disampaikan, ia menyebut kepolisian terus melakukan patroli pada jam rawan, edukasi hukum, dan penegakan hukum sesuai ketentuan. Ia juga membuka ruang kritik serta mengajak masyarakat melaporkan dugaan tindak pidana maupun gangguan keamanan melalui layanan Polri 110.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Dialog tersebut turut membahas situasi menjelang dua tahun masa jabatan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan laporan kegiatan, perwakilan organisasi mahasiswa yang hadir menyatakan tidak memiliki agenda aksi turun ke jalan untuk memperingati momentum tersebut serta berkomitmen menjaga komunikasi dengan kepolisian. (WIDJI)
Related Articles