Duel Maut Antara Penjual Degan dengan Seseorang yang Diduga ODGJ
SIDOARJO, detikplus62.my.id - Niat baik Purnomo, 56, mempersilakan seorang pria tak dikenal beristirahat di dekat tempatnya berjualan es kelapa justru berujung petaka. Pria yang sehari-hari berjualan es degan selama 24 jam itu malah terlibat perkelahian hingga menjadi korban pembacokan di depan Bengkel Aji Motor, Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Kamis (22/10) pagi.
Akibat kejadian tersebut, Purnomo mengalami luka bacok pada pipi kanan dan dagu kanan. Pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu juga terluka kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit, keduanya terlibat pergumulan.
Kapolsek Waru Kompol Miftachul Amin membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban mendapati seorang pria tak dikenal sedang duduk di kursi bengkel yang berada di samping tempatnya berjualan.
Awalnya, korban menghampiri pria tersebut untuk menanyakan keperluannya berada di lokasi.

Bahkan, Purnomo mempersilakannya beristirahat di tempat itu apabila memang sedang membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Namun, situasi mendadak berubah ketika pria tersebut mengaku membawa senjata tajam. Pria itu kemudian mengeluarkan sebilah celurit dari tas kain yang dibawanya.
Mengetahui pria tersebut membawa celurit, korban berusaha menahan tangan yang memegang senjata tajam itu. Akan tetapi, karena kondisi tubuhnya sedang sakit, korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan berada di bawah pria tersebut.
Dalam posisi itu, pria tersebut menyabetkan celurit hingga mengenai pipi kanan dan dagu kanan korban. Purnomo yang berusaha menyelamatkan diri kemudian melakukan perlawanan dan mencoba merebut senjata tajam tersebut.
Pergumulan pun tak terhindarkan. Dalam perkelahian itu, celurit yang diperebutkan keduanya mengenai bagian kepala pria tersebut.
Setelah berhasil melepaskan diri, Purnomo menjauh dari lokasi kejadian. Sementara itu, pria yang terlibat perkelahian dengannya tergeletak di depan bengkel.
Dan ternyata pria yang disuruh dan dipersilahkan untuk istirahat tersebut, diduga ODGJ.

Istri korban, Hamidah, 41, yang mendapat kabar bahwa suaminya menjadi korban pembacokan, segera menghubungi Adit Mulyono, 41. Setelah tiba di lokasi, Adit membantu membawa Purnomo ke Rumah Sakit Royal Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Miftachul Amin mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami mendalami kejadian ini untuk memastikan kronologi secara menyeluruh serta penanganan terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ucapnya
Polisi masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk rangkaian kejadian yang berujung pada perkelahian hingga menyebabkan kedua pria itu mengalami luka. (NESSI)
Related Articles