Datang ke PBI, Ketua DPRD Surabaya Jawab Keluhan Warga: Saluran Diukur, Portal Rel Ikut Disorot

Peristiwa 09 Oct 2026 14:48 • 3 min read • 3 views • By SATRIYA, ST

Share berita ini

Datang ke PBI, Ketua DPRD Surabaya Jawab Keluhan Warga: Saluran Diukur, Portal Rel Ikut Disorot
Ketua DPRD Surabaya Turun ke PBI, Keluhan Warga Mulai Mendapat Jawaban: Saluran Diukur hingga Polemik Portal Rel

SURABAYA, detikplus62.my.id — Kehadiran H.Syaifudin Zuhri s.sos ketua DPRD Kota Surabaya di kawasan Pondok Benowo Indah (PBI), khususnya RT 01 RW 01 Babat Buran, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Kamis (08/10/2026) sore menjelang Magrib, menjadi perhatian warga.

 

Kedatangan pimpinan DPRD tersebut sekaligus membuka ruang dialog secara langsung dengan masyarakat yang selama ini menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan dan pelayanan di kawasan PBI.

 

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah keluhan warga kembali disampaikan. Warga menilai beberapa persoalan yang telah mereka komunikasikan sebelumnya belum mendapatkan respons yang dianggap memadai dari tingkat wilayah.

 

Namun, setelah H.Syaifudin Zuhri s.sos Ketua DPRD Kota Surabaya hadir dan mendengar langsung aspirasi masyarakat warga RW 01 babat buran, sejumlah persoalan mulai mendapatkan kejelasan.

 

Salah satunya terkait kondisi saluran di wilayah RW 10 RT 04. Warga menyampaikan persoalan tersebut dan mendapat respons berupa tindak lanjut pengukuran oleh pihak pekerjaan umum (PU).

 

Pengukuran tersebut menjadi salah satu bentuk tindak lanjut terhadap aspirasi warga mengenai kondisi saluran yang selama ini menjadi perhatian masyarakat setempat.

Selain persoalan saluran, pembahasan juga menyentuh keberadaan portal di sekitar akses dekat rel kereta api kawasan PBI yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat.

 

Terkait persoalan tersebut, Ketua DPRD Kota Surabaya menegaskan bahwa sepanjang aset atau fasilitas tersebut belum diserahkan kepada Pemerintah Kota Surabaya, maka keberadaan pungutan di lokasi tersebut tidak serta-merta dapat disebut sebagai pungutan liar.

 

Pernyataan itu menjadi bagian penting dalam dialog karena warga membutuhkan kejelasan mengenai status pengelolaan kawasan dan dasar keberadaan portal maupun pungutan yang diberlakukan.

 

Pantauan di lokasi, kehadiran Ketua DPRD Kota Surabaya disambut warga yang ingin menyampaikan langsung persoalan di lingkungan mereka. Dialog berlangsung dengan membahas persoalan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat PBI.

 

Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyoroti pola respons pelayanan yang kurang kooperatif di tingkat wilayah babat jerawat. Sejumlah warga menyampaikan bahwa mereka berharap setiap pengaduan masyarakat tidak berhenti pada penyampaian laporan, tetapi mendapat tindak lanjut yang jelas.

 

Sementara itu, dalam kunjungan Ketua DPRD Kota Surabaya tersebut, Camat Pakal tidak tampak hadir di lokasi.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian sebagian warga, mengingat sejumlah persoalan yang dibahas berkaitan langsung dengan wilayah administrasi Kecamatan Pakal.

 

Bagi masyarakat PBI, kehadiran wakil rakyat di tengah warga menjadi momentum untuk menyampaikan persoalan secara langsung sekaligus memperoleh kepastian mengenai tindak lanjut dari setiap aspirasi yang disampaikan.

 

Warga berharap koordinasi antara masyarakat, kelurahan, kecamatan, dan Pemerintah Kota Surabaya dapat semakin terbuka sehingga persoalan lingkungan maupun pelayanan publik di kawasan PBI dapat ditangani secara terukur dan tidak berlarut-larut.

 

Kini pertanyaannya bukan hanya siapa yang datang mendengar keluhan warga, tetapi bagaimana setiap aspirasi tersebut benar-benar ditindaklanjuti hingga menghasilkan solusi di lapangan. (TIM RED PT. MSR)

DetikPlus62