BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Perkuat Sinergi Media untuk JKN Berkelanjutan dan Masyarakat Sehat

Nasional 23 Sep 2026 14:55 4 min read 7 views By SATRIYA, ST

Share berita ini

BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Perkuat Sinergi Media untuk JKN Berkelanjutan dan Masyarakat Sehat
BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Perkuat Sinergi Media untuk JKN Berkelanjutan dan Masyarakat Sehat

SIDOARJO, detikplus62.my.id - BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo menggelar Media Gathering bertajuk “Sinergi Media untuk JKN Berkelanjutan dan Masyarakat Sehat” pada Selasa (22/9). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara BPJS Kesehatan dan insan pers dalam mengawal keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, menyampaikan bahwa keterlibatan media dalam keberlangsungan Program JKN memiliki peran yang lebih luas dari sekadar menyampaikan informasi. Menurutnya, media merupakan mitra strategis dalam membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN.

“Media bukan sekadar penyampai berita, melainkan jembatan informasi dan agen perubahan sosial,” ujar Munaqib.

 

Menurut Munaqib, peran tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi yang berkembang saat ini. Media diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai Program JKN, sekaligus turut menangkal informasi yang simpang siur, disinformasi, maupun berita hoaks yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

 

“Media memiliki kekuatan besar untuk membentuk opini publik, meluruskan disinformasi atau berita hoaks, serta mengedukasi masyarakat secara objektif dan berimbang,” tegasnya.

 

Mp>Salah satu informasi mengenai layanan JKN yang masih kerap menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat adalah anggapan bahwa BPJS Kesehatan menetapkan batasan lama hari rawat inap bagi peserta JKN. Munaqib menegaskan bahwa lama perawatan pasien bukan ditentukan oleh BPJS Kesehatan, melainkan menjadi kewenangan dokter yang menangani pasien berdasarkan kondisi medisnya.

 

“BPJS Kesehatan tidak pernah menetapkan batasan hari untuk rawat inap. Lama atau tidaknya perawatan sepenuhnya menjadi kewenangan dokter penanggung jawab pasien setelah melakukan anamnesa,” tuturnya.

Selain terkait informasi layanan, Munaqib juga menyoroti tantangan pembiayaan kesehatan yang tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan Program JKN, tetapi juga dengan meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM). Hipertensi dan diabetes melitus menjadi perhatian karena kedua penyakit tersebut juga banyak ditemukan pada kelompok usia produktif yang memiliki mobilitas dan tingkat stres tinggi.

 

“Tantangan terbesar finansial dan beban pembiayaan kesehatan saat ini justru bersumber dari meningkatnya kasus penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus,” ungkapnya.

 

Sejalan dengan perhatian tersebut, Media Gathering turut diisi dengan sesi edukasi kesehatan bertema “Mengenal dan Mencegah Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi” yang disampaikan oleh dr. Nurul Hidayati. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan melalui deteksi dini, mengingat hipertensi dan diabetes melitus dapat tidak menunjukkan gejala pada tahap awal namun berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani.

 

“Jangan menunggu sampai muncul gejala. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin adalah kunci utama untuk mencegah komplikasi hipertensi dan diabetes melitus,” ujar Nurul Hidayati.

 

Bagi masyarakat yang telah terdiagnosis penyakit kronis, Nurul Hidayati juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan layanan pengelolaan penyakit kronis yang telah tersedia melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB). Pemanfaatan kedua program tersebut diharapkan dapat membantu peserta menjaga kondisi kesehatan secara berkelanjutan.

 

“Bagi yang sudah terdiagnosis, manfaatkan Prolanis dan PRB agar kondisi kesehatan tetap terkontrol tanpa perlu bolak-balik ke rumah sakit,” tambahnya. Munaqib berharap kegiatan Media Gathering dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara BPJS Kesehatan dan insan media, tidak hanya dalam penyebarluasan informasi mengenai Program JKN, tetapi juga dalam mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat.

“Kami berharap kemitraan ini terus terjalin erat, bukan hanya untuk mengawal JKN, tetapi juga mendorong masyarakat Sidoarjo semakin peduli pada pola hidup sehat,” ujar Munaqib.

 

Ketua PWI Kabupaten Sidoarjo, Mustain, turut mengapresiasi kepercayaan yang selama ini diberikan BPJS Kesehatan kepada media mainstream di Sidoarjo. Menurutnya, sinergi antara media dan BPJS Kesehatan menjadi penting untuk mendukung penyampaian informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.

 

“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan kepercayaan kepada kami media mainstream Sidoarjo di tengah gempuran media sosial. Kami akan menjaga sinergi yang baik dalam menjaga keberlangsungan Program JKN,” ujar Mustain.(SATRIYA/NINO)

DetikPlus62