20 Hari Jadi Maggot, Dwi Haryanta Edukasi Warga RW 10 Babat Jerawat
SURABAYA , www.detikplus62.my.id – Sampah organik yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan mulai diperkenalkan sebagai sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi. Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam Seminar dan Workshop “Ubah Sampah Menjadi Berkah: Pengolahan Sampah Organik & Budidaya Maggot” yang digelar di Balai RW 10, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya, Jumat (25/09/26)
.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ir. Dwi Haryanta, MS dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot.
Dwi Haryanta dikenal memiliki rekam jejak akademik dalam bidang pemanfaatan limbah organik. Repository UWKS mencatat sejumlah karya dan penelitian yang berkaitan dengan pengolahan sampah perkotaan, pupuk organik, serta pemanfaatan limbah melalui teknologi tepat guna. Salah satu penelitian UWKS juga membahas pemanfaatan residu budidaya Black Soldier Fly (BSF) sebagai kompos.
.
Di hadapan warga, Dwi menjelaskan bahwa sampah organik dapat diarahkan menjadi bahan yang lebih bermanfaat melalui proses pengolahan yang tepat. Salah satu alternatifnya adalah memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) atau yang lebih dikenal sebagai maggot untuk membantu mengurai sampah organik.
Menurut penjelasan Dwi dalam kegiatan tersebut, maggot yang telah melalui proses budidaya sekitar 20 hari sudah dapat dimanfaatkan sebagai pakan hewan. Pernyataan mengenai waktu tersebut merupakan materi yang disampaikan narasumber dalam workshop
.
Penggunaan maggot dalam pengelolaan sampah bukan sekadar wacana. Kajian yang dipublikasikan melalui jurnal UWKS menjelaskan bahwa BSF memiliki kemampuan membantu menguraikan sampah organik, sementara residu dari media budidayanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos.
Suasana kegiatan di Balai RW 10 terlihat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi masyarakat. Warga tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai persoalan sampah, tetapi juga diperkenalkan pada peluang pemanfaatan sampah organik agar memiliki nilai guna.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua RW 10, KSH Kelurahan Babat Jerawat, serta unsur masyarakat setempat. Adam Iksani, yang hadir mewakili Ketua RW 10 Ekowati, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber.
"Terima kasih atas kehadiran para narasumber yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat," ujar Adam dalam kesempatan tersebut.
Bagi lingkungan permukiman, pengolahan sampah organik menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan masyarakat memilah dan memanfaatkan sampah sejak dari sumbernya.
Melalui kegiatan ini, pesan yang dibawa cukup sederhana: sampah organik tidak selalu harus berakhir sebagai buangan. Dengan pengetahuan dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. (ARIE-PAKAL)